Masyarakat Curhat Sekolah di Teras Makam Kepada Mathur Husyairi

oleh -27 views
Reses II Anggota DPRD Jawa Timur, Mathur Husyairi

BANGKALAN, Madurapost.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Jawa timur Mathur Husyairi mendapat keluhan kepala sekolah terkait fasilitas sekolah yang menggunakan teras makam dan masjid untuk anak didiknya melangsungkan pembelajaran. Selasa, (15/09/2020).

Hal itu dikeluhkan oleh Muafi kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Yayasan Pendidikan Miftahul Ulum Al-Mubarok di Desa Bandang Laok Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan, bahwasannya sejak 2012 dirinya menjadi guru di lembaga itu murid pihaknya kesulitan masalah tempat dan gedung dalam melaksanakan sekolah.

“Awal kali saya mengajar di sana pelaksanaan pembelajaran sudah biasa di teras makam dan teras masjid dalam melaksanakan pembelajaran. Kami sudah 2 kali mengajukan bantuan terhadap pemerintah kabupaten dan provinsi namun tetap tidak ada bantuan. Semoga ada perhatian dari pemerintah,” keluhnya saat diwawancarai oleh Madurapost.id usai Reses II Mathur Husyairi DPRD Provinsi Jatim Tahun 2020 di desa Manding Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan.

Selain itu, Sahid asal desa Mandung kecamatan Kokop kabupaten Bangkalan juga mengeluhkan terkait perlindungan perempuan dan anak yang mulai marak terjadi akhir-akhir ini di kabupaten Bangkalan, pihaknya meminta kepada Mathur Husyairi agar memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak.

“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di kabupaten Bangkalan akhir-akhir ini mulai marak, saya berharap pak Mathur bisa memberikan solusi dalam kasus ini,” paparnya.

Menanggapi hal itu, Mathur Husyairi DPRD Provinsi Jawa Timur Komisi E menjelaskan terkait kegiatan sekolah yang dilaksanakan di teras makam dan masjid dirinya akan mengawal pendidikan di Bangkalan yang memang benar-benar membutuhkan.

“Untuk bantuan gedung saya siap mengawal untuk pendidikan di Mandung khususnya kabupaten Bangkalan,” papar politisi partai PBB itu.

Lanjut Mathur, harus ada di prioritaskankan dalam satu lembaga itu, menginginkan Ruang Kelas Baru (RKB) atau yang lain, karena tidak mungkin satu lembaga langsung mendapatkan dua bantuan.

“Nanti saya kawal proposal yang sudah diajukan di Pemprov, agar ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait kasus asusila terhadap perempuan dan anak yang mulai marak di kabupaten Bangkalan, Mathur meminta terhadap masyarakat untuk saling menjaga satu sama lain.

“Moral itu adalah tanggung jawab kita bersama. Namun jika ada kasus seperti itu laporkan terhadap pihak berwajib, saya siap mengawal permasalahan itu hingga tuntas,” terangnya.

Mantan aktifis Jaka Jatim itu juga menjelaskan, bahwa sudah lama dirinya memperjuangkan kekerasan terhadap perempuan dan anak di kabupaten Bangkalan agar mendapatkan keadilan dan keamanan.

“Istri saya juga ikut andil dalam memperjuangkan dalam membantu kasus asusila di Bangkalan, karena dia seorang perempuan maka akan lebih mudah untuk menampung segala keluh kesah dari korban. Sebagai bentuk keseriusan rumah saya juga kmai jadikan sebagai rumah aman untuk kaum perempuan yang mengalami kasus kekerasan,” tutupnya. (Mp/sur/kk)

loading...