Imbau Terapkan Perilaku CERDIK, Dinkes Sumenep Ingatkan Bahaya Penyakit Jantung

oleh -23 views
Agus Mulyono, Kepala Dinas Kesehatan Sumenep saat dikonfirmasi di ruang kerjanya. (M.Hendra.E)

SUMENEP, Madurapost.id – Tanggal 29 September, seluruh dunia memperingati World Heart Day (WHD) atau Hari Jantung Sedunia. Tahun ini, WHD diperingati dengan promosi pentingnya cek kardiovaskular secara berkala untuk kesehatan jantung.

Tanggal 29 September 2020 kemarin, Indonesia telah memperingati hari Jantung Sedunia. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Agus Mulyono mengatakan bahwa penyakit berbahaya dengan cara membunuh cepat adalah penyakit jantung koroner.

“Jadi memang penyakit jantung di Indonesia adalah penyakit pembunuh nomor satu dari sekian banyak penyakit, karena ini bagian dari penyakit regeneratif,” kata Agus, pada media ini, Rabu (30/09/2020).

Dia menerangkan, darah tinggi bisa menjadi indikasi penyebab pembuluh darah pecah yang kemudian menyebabkan penyakit jantung terjadi.

“Penyakit ini memang tidak menular, tapi akibat perilaku kita, seketika muncul menjadi masalah penyakit jantung dan pembuluh darah. Bisa dalam bentuk penyakit koroner, dan penyakit jantung yang lain,” ujarnya.

Selain itu, penyakit jantung bisa dilihat dari darah tinggi, namun tidak bisa langsung dilihat dari jantung penderita, sebab bisa saja masuk pada kategori penyakit jantung bawaan.

Disisi lain, faktor makanan juga menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit jantung, misal sering mengkonsumsi jenis makanan yang berlemak, dan kurangnya olahraga.

“Bisa sudah sejak lahir, misalnya ada jantung yang bocor. Kalau sudah lahir bisa masuk kepada jantung koroner. Penyakit jantung ini bisa diketahui jika sudah diperiksakan ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah,” ujarnya.

Agus menjelaskan, masyarakat Sumenep umumnya harus mengetahui ciri-ciri penyakit jantung hingga dampak kedepan.

“Di Sumenep ini memang masyarakat harus tahu ciri-ciri penyakit jantung. Semua ini harus diwaspadai. Untuk di Sumenep sudah ada yayasan jantung,” ucap dia.

Ditanya soal penderita penyakit jantung di Sumenep, pihaknya belum bisa menyampaikan berapa banyak penyakit koroner jantung yang ada. Sebab, menurutnya tingkat kesehatan tersebut terletak di rumah sakit.

“Saya tidak punya angka itu, karena memang harus dilakukan dengan penelitian khusus. Karena tingginya penyakit koroner di Indonesia itu harus melalui penelitian dan dilakukan oleh pusat dalam bentuk Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas),” paparnya.

Meski begitu, untuk mengantisipasi dini terhindar dari penyakit jantung, pihaknya mengimbau untuk menerapkan perilaku CERDIK, singkatan dari C (Cek Kesehatan Rutin), E (Enyahkan Asap Rokok), R(Rajin Aktivitas Fisik), D (Diet Seimbang), I (Istirahat Cukup), dan K (Kelola Stres).

“Jadi dengan melakukan CERDIK kita akan terbebas dari penyakit menular, penyakit tidak menular, dan regeneratif lainnya. Oleh karena itu karena saat ini fenomena penyakit jantung koroner di Indonesia dan hari jantung nasional, ini penting untuk diingatkan ke semuanya,” imbaunya.

Dengan perilaku yang mendukung tersebut, sambungnya, masyarakat biaay menjaga diri dengan cara menerapkan pola hidup sehat.

“Kedepan, seiring berjalannya waktu dan perubahan perilaku, penyakit jantung ini tidak menjadi penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia, yang awalnya tak terbaca,” imbuhnya. (Mp/al/kk)

loading...