Diduga Tidak Becus Layani Warga, Bidan Polindes Desa Kacok Akan Dilaporkan

oleh
Saat sejumlah warga desa mendatangi pondok bersalin desa (Polindes) di desa kacok kecamatan palengaan pamekasan

PAMEKASAN, Madurapost.id – Salah seorang bidan Desa yang bertugas di Polindes Desa Kacok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan digeruduk warga setempat.

Pasalnya, bidan yang bertugas di Polindes Desa Kacok tersebut terkesan enggan untuk menempati tempat tersebut dan diduga lebih mementingkan buka praktek mandiri dirumahnya ketimbang memberikan pelayanan di Polindes

Bidan Desa tersebut hanya membuka dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB, apabila pada sore hari sampai malam tempat pelayanan tersebut tutup hingga saat warga membutuhkan bidan desa tersebut tidak ada ditempat

Warga setempat yang mengruduk Polindes tersebut menginginkan agar bidan yang bertugas bisa menempati Polindes selama 24 jam sehingga apabila ada warga yang sakit atau ada warga yang mau melahirkan itu terlayani

“Kami minta kepada bidan yang bertugas di Polindes Desa Kacok ini standby 24 jam agar apabila ada warga yang sakit terutama yang mau melahirkan dapat terlayani,” kata Hasan pada saat mendatangi Polindes bersama beberapa warga setempat.

Ia pun berkata dengan tegas, apa bila bidan yang bertugas tidak bisa standby selama 24 jam di Polindes tersebut, dirinya dan warga yang lain meminta agar bidan tersebut pindah dari Polindes Desa Kacok itu.

“Apa bila bidan yang bertugas itu tidak bisa standby di Polindes ini selama 24 jam, kami minta agar secepatnya angkat kaki dari Polindes,” tegasnya.

“Buat apa ada Polindes ini kalau tidak bisa melayani warga secara maksimal,” tambanya.

Rahman, warga setempat mengatakan, kalau dirinya akan melaporkan hal tersebut kepihak Dinas terkait, Kamis (30/07/2020).

“Yang jelas secepatnya kami akan laporkan hal ini ke dinas terkait agar bidan yang bertugas itu ditindak dengan tegas, dan kami juga akan meminta bidan tersebut diberhentikan, karena setelah kami selidiki ternyata bidan yang bertugas di Polindes Kacok ini buka praktek sendiri dirumahnya,” jelasnya.

Dr Richa, Kepala Puskesmas Larangan Badunga mengatakan, bahwasanya Polindes itu bukan tidak ada bidannya akan tetapi Polindes itu dari sisi peralatannya masih belum lengkap.

“Bidan di Polindes itu bukan tidak ada, tapi peralatannya belum lengkap, dan apa bila masyarakat memang menginginkan bidan yang sekarang itu diganti, saya minta kepada Kepala Desa setempat untuk segera mengajukan,” kata Dr Richa yang merupakan Kapus Larangan Badung pada saat dimintai keterangan. (Mp/nir/uki/rul)

loading...